*servis;
Stabilizer Listrik

Fungsi Stabilizer Listrik atau AVR - Automatic Voltage Regulator atau Stavol - Stabilizer Voltage adalah untuk menstabilkan tegangan arus listrik yang turun naik atau tidak stabil secara otomatis.
Sedangkan Manfaat dari Stabilizer Listrik atau AVR - Automatic Voltage Regulator atau Stavol - Stabilizer Voltage disamping sebagai penyetabil tegangan listrik adalah sebagai pelindung peralatan listrik atau electronic dari gangguan tegangan listrik yang tidak stabil yang dapat mengganggu kinerja mereka sehingga tidak maksimal dan perlindungan dari kerusakan akibat tegangan listrik yang berubah-ubah.
Stabilizer Listrik Yang bagus adalah yang dapat melindungi peralatan listrik dan elektronik serta perlindungan untuk diri sendiri dari tegangan listrik yang extrim
Kali ini yang akan saya servis adalah stabilizer stavol dengan gejala kerusakan tegangan outputnya kurang dari 220v, alat ini menggunakan sirkit pengatur tegangan dan juga motor otomatis. 
selidik punya selidik motornya macet pada posisi tegangan 190 volt, karena sirkit penggerak motor otomatisnya tidak bekerja.
silakan siapkan beberapa peralatan penting ;
1. Obeng bunga/kembang, untuk lepas n pasang sekrup box stavolt
2. Solder+timah, untuk menyolder
3. AVO meter , untuk menguji komponen , juga untuk mengukur tegangan
4.Soldering pump untuk menyedot timah pada waktu menyolder untuk pelepasan compoenen.
Untuk cara servisnya;
- Coba nyalakan stavolt !.Seharusnya motor berputar sebentar menggerakkan engkol. Coba matikan lagi , seharusnya motor juga berputar sebentar menggerakkan engkol (berputar berbalik arah).

- Semprot dengan cairan anti karat atau contact cleaner atau sejenisnya pada roda gigi motor penggeraknya, putar secara manual pada as trafo donatnya untuk memastikan as dan roda gigi tidak macet.

- Jika pada saat stavolt dihidupkan motor tidak berputar menggerakkan engkol , matikan stavol , lalu putar engkol secara manual (pakai tangan) ke posisi tengah. Hidupkan lagi stavolt , motor harus berputar sebentar (jangan sampai mentok menekan switch) , jika engkol sampai menyentuh switch , kemungkinan besar salah satu transistor final short.

- Jika pada saat stavolt dihidupkan , tapi engkol tidak bergerak , kemungkinan juga transistor finalnya mati.
- Ganti transistor pada sirkit elektroniknya disitu ada 2 buah s8050 dan 2 buah s8550. Silakan cabut transistornya menggunakan solder, terus dites menggunakan avo meter !

- Jika transistor rusak , silakan ganti !
- Cek juga kondisi dioda zener , jika rusak (tapi biasanya dioda zener jarang rusak) , ganti dengan yang masih baik !

- Jika sudah diganti semua komponennya yang rusak , rapihkan kembali seperti semula dan saatnya di test, jangan lupa baca "BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM" !
- Jika engkol bergerak sebentar pada saat dimatikan, dan juga bergerak sebentar jika dihidupkan, bisa dipastikan stavolt sudah baik kondisinya.
- Hidupkan stavolt lagi , ukur tegangan keluaran stabillizer , jika kurang atau lebih dari 220 volt , silakan putar (pake obeng) perlahan trimpot (pada pcb) sampai tegangan keluaran stabillizer menjadi 220 volt.
![]() |
| skema stavol toyosaki |
ok. smoga ulasanku bermanfaat .








